Skip to main content

Posts

Tangisan Pilu dari Sang Derita

Puisi Sakit hati melihat tanah nenek moyang dihancurkan Sesak nafas meratapi nasib kian membara Amarah berkobar-kobar dengan tangisan pilu Rintihan penderitaan tak kunjung reda hingga kapanpun Sampai kapan wahai manusia  laknat membuat penderita ini terus berlangsung? Tak punya hatikah kalian? Tak punya otakkah kalian? Sebahagiakah kalian menyiksa sesamamu? Keserakahanmu akan membuatmu menderita Keegoisanmu akan menimpamu Kesulitanmu akan mendatangimu Karmamu akan kau jemput dikemudian harinya Kalian akan merasakan sebagaimana yang kami rasakan Kematian akan ada bagi yang bernyawa Wahai manusia edan! Siapa yang salah atas penderitaan ini? Keindahan alam semakin hilang  Hutan-hutan dilahap oleh manusia rakus Harta benda dicuri terang-terangan tanpa malu oleh penjajah negari Pilu menyayat hati terluka  Tangisan kian membara Sedangkan, para penjajah berfoya gembira  Dibawah erangan kesengsaraan rakyat Bumi Pertiwi ini Pengusaha tidak dapat percaya Hukum tidak dapat meng...

Gaya Elit, Ekonomi Sulit

Gaya elit, ekonomi sulit. Itulah yang dirasakan oleh banyak kalangan belakang ini yang menjadi sorotan media sosial. Fenomena bergaya hidup elit dengan ekonomi sulit tengah menjadi tren di beberapa kalangan masyarakat terutama kaum muda. Gaya hidup elit dengan ekonomi sulit dihubungkan dalam kemewahan dan kesulitan secara bersamaan agar status sosial memperoleh pengakuan dari lingkungan sekitarnya. Biaya hidup yang tinggi seringkali membutuhkan biaya tinggi pula untuk mencukupi kebutuhan hidup.  Namun, sejumlah kalangan masyarakat justru memilih hidup mewah dengan menunjukkan gaya hidup yang bertentangan dengan kondisi ekonomi yang tidak baik-baik saja. Mereka lebih mementingkan gaya hidup mewah dibandingkan memenuhi kebutuhan sehari-hari yang harus diprioritaskan. Alih-alih milih hidup hemat justru mengedepankan gaya hidup. Salah satu alasan utama orang tetap mempertahankan gaya hidup elit adalah ingin mendapatkan pengakuan media sosial. Terlebih lagi, standar gaya hidup yang kian...

Tips Menghadapi Wawancara untuk Fresh Graduate

Apa persiapanmu dalam mengikuti proses wawancara? Yang pasti persiapan materi serta kondisi yang selalu sehat dan segar. Dengan begitu akan memberikan pengaruh yang baik dalam hadapi wawancara. Apakah kamu sudah melatih wawancara? Kalau begitu, coba latih dirimu menjawab beberapa pertanyaan wawancara berikut.  Mengapa saya melamar di perusahaan ini?  Mengapa saya melamar di posisi ini?p Apa yang saya harapkan dari bekerja di perusahaan ini?  Informasi apa saja yang telah saya peroleh mengenai perusahaan ini?  Bagaimana gambaran umum posisi yang saya lamar?  6. Apa saya sudah membaca ulang surat lamaran dan CV,  yang saya kirim?  Gali pula kekuatan diri dan pencapaian yang dapat memberikan nilai tambah pada diri sendiri yang mampu menjadi keuntungan bagi perusahaan.  Coba, kenali diri sendiri agar mampu menjelaskan gambaran dirimu dan bersikaplah terbuka serta tidak pasrah. Sikap pasrah asal dapat kerja ini merupakan sikap tidak menarik saat p...

Analisis Penggunaan Prefiks ke-, Surfiks -ir dan Sufiks-isasi

sumber Pinterest A. Penggunaan Prefiks ke- 1. Aku tak sengaja kebawa pita rambut. Kesalahan kalimat di atas pada kata kebawa . Kesalahan tersebut terjadi karena kekurangan cermatan dalam memilih prefiks yang tepat. Pada umumnya dipengaruhi bahasa daerah misalnya Jawa dan Sunda. Dalam bahasa Indonesia, penggunaan prefiks ke- tidak ada, namun yang ada cuman prefiks ter-,  (Setyawati, 2010: 63). Jadi kata yang tepat adalah terbawa . Perbaikan: Aku tak sengaja terbawa pita rambut. 2. Saat mengendarai sepeda, kepala Gali kebentur dengan tembok. Kesalahan kalimat di atas pada kata kebentur . Kesalahan tersebut terjadi karena kekurangan cermatan dalam memilih prefiks yang tepat. Pada umumnya dipengaruhi bahasa daerah misalnya Jawa dan Sunda. Dalam bahasa Indonesia, penggunaan prefiks ke- tidak ada, namun yang ada cuman prefiks ter-,  (Setyawati, 2010: 63). Jadi kata yang tepat adalah terbentur . Perbaikan: Saat mengendarai sepeda, kepala Gali terbentur dengan tembok. 3. Wajah...

Analisis Imbuhan pada Sebuah Kalimat

  Sumber Pinterest   A. Penghilangan Prefiks meng- 1. Hari Sabtu ini, rumah Mina adakan  kenduri. Kesalahan kalimat di atas pada kata adakan . Penghilangan perfiks meng-  disebabkan oleh penghematan yang sebenarnya tidak perlu terjadi karena justru merupakan pemakaian yang salah. Pada kata adakan  sebaiknya diberikan prefiks meng-  agar kalimatnya bisa menjadi baku. Sedangkan kalimat di atas merupakan kalimat aktif transitif karena ada predikat yang harus berprefiks meng-  atau dengan kata lain mengeksplisitkan prefiks meng-,  (Setyawati, 2010: 50). Jadi kata yang tepat adalah mengadakan. Perbaikan: Hari Sabtu ini, rumah Mina mengadakan kenduri. Referensi Setyawati, Nanik. 2010. Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia: Teori dan Praktik. Cetakan kedua. Surakarta: Yuma Pusaka. 2. Pak Yunda sedang adili Kantor Dinas Kesehatan. Kesalahan kalimat di atas pada kata adili.  Penghilangan perfiks meng-  disebabkan oleh penghematan yang sebenar...