Skip to main content

Kian Emas Membuat Keputusan Individual dan Praktis

Sumber by Pinterest

Berikut ini kian emas membuat keputusan secara individual dan paraktis yang dapat kamu terapkan dalam membuat keputusan. Simak penjelasannya sebagai berikut:

  1. Sebelum membuat keputusan, berdoalah kepada Allah dan lakukan shalat istikharah. 
  2. Siapkan ilmu yang cukup sebelum membuat keputusan. 
  3. Musyawarahlah sebelum membuat keputusan 
  4. Pertimbangkan rasiomu dari pada emosi dalam membuat keputusan
  5. Jangan lengah dan terprovokasi dari pihak lain
  6. Perhatikanlah aspek keseimbangan dalam memeriksa keputusan 
  7. Teguh dan tidak boleh ragu dalam mengambil keputusan
  8. Merealisasikan segera dalam segala keputusan 
  9. Tidak sentralistik (kondisi yang otonom).
  10. Dinamika yang bertentangan dalam mengambil kelutusan.
  11. Hormati keputusan telah diputuskan jangan menyasakralkan.
  12. Antara realitas dan cita-cita ideal harus moderat dalam keputusannya.
  13. Waktu yang tepat untuk memutuskannya.
  14. Tata aturan jelas dalam mekanisme komunikasi baik vertikal dan horizonta.
  15. Adanya inovasi dan kreativitas dalam meembuat keputusan.
  16. Mengedepankan sikap optimistis ketimbang pesimistis
  17. Berani bertanggung jawab.
  18. Hindari mengambil keputusan dari sikap otoriter.
  19. Mengendepankan sikap yang baik dan pikiran positif dari pada cara keras dan paksa.
  20. Jangan sembarangan menolah opini terlalu dini

Nah, itu dia 20 kian emas dalam membuat keputusan. Semoga bermanfaat 😊

Comments

Popular posts from this blog

Daftar Isi

  Kecantikan 5 Jenis Kulit Wajah. Kamu termasuk yang mana? Tips Perawatan Kulit yang Baik Cara Menguapi Kulit Wajahmu Obat Alami untuk Perawatan Kulit Wajahmu di Rumah Rutinitas Perawatan Kulit di Pagi Hari Tampil Cantik dalam Hitungan Menit Artikel Cara tepat mengambil keputusan dengan cerdas Kian Emas Membuat Keputusan Individual dan Praktis Kontribusi Mahasiswa Di Area Moderen 8 kata kunci meniti karir yang wajib Anda lakukan Dampak Positif dan Negatif dari Gedget Pemaksaan dan Keyakinan Agama Masih Terjadi di Indonesia Cara Menjadi Orang Kaya dengan Gaji Kecil Islamiah BIOGRAFI IMAM AL GHAZALI Karya Sastra Pria Misterius Qoutes Menyegarkan Tangisan Gadis Puisi di Musim Sejarah Kembang Lara Kesepian Maukah Kau Bermain denganku? Dirimu adalah Aku Teori Kesan dan pesan media pembelajaran Jurnal Study Semiotika Analisis Kesalahan Berbahasa di Lingkungan Sekolah Pembentukan Batuan

Tangisan Pilu dari Sang Derita

Puisi Sakit hati melihat tanah nenek moyang dihancurkan Sesak nafas meratapi nasib kian membara Amarah berkobar-kobar dengan tangisan pilu Rintihan penderitaan tak kunjung reda hingga kapanpun Sampai kapan wahai manusia  laknat membuat penderita ini terus berlangsung? Tak punya hatikah kalian? Tak punya otakkah kalian? Sebahagiakah kalian menyiksa sesamamu? Keserakahanmu akan membuatmu menderita Keegoisanmu akan menimpamu Kesulitanmu akan mendatangimu Karmamu akan kau jemput dikemudian harinya Kalian akan merasakan sebagaimana yang kami rasakan Kematian akan ada bagi yang bernyawa Wahai manusia edan! Siapa yang salah atas penderitaan ini? Keindahan alam semakin hilang  Hutan-hutan dilahap oleh manusia rakus Harta benda dicuri terang-terangan tanpa malu oleh penjajah negari Pilu menyayat hati terluka  Tangisan kian membara Sedangkan, para penjajah berfoya gembira  Dibawah erangan kesengsaraan rakyat Bumi Pertiwi ini Pengusaha tidak dapat percaya Hukum tidak dapat meng...

Analisis Penggunaan Prefiks ke-, Surfiks -ir dan Sufiks-isasi

sumber Pinterest A. Penggunaan Prefiks ke- 1. Aku tak sengaja kebawa pita rambut. Kesalahan kalimat di atas pada kata kebawa . Kesalahan tersebut terjadi karena kekurangan cermatan dalam memilih prefiks yang tepat. Pada umumnya dipengaruhi bahasa daerah misalnya Jawa dan Sunda. Dalam bahasa Indonesia, penggunaan prefiks ke- tidak ada, namun yang ada cuman prefiks ter-,  (Setyawati, 2010: 63). Jadi kata yang tepat adalah terbawa . Perbaikan: Aku tak sengaja terbawa pita rambut. 2. Saat mengendarai sepeda, kepala Gali kebentur dengan tembok. Kesalahan kalimat di atas pada kata kebentur . Kesalahan tersebut terjadi karena kekurangan cermatan dalam memilih prefiks yang tepat. Pada umumnya dipengaruhi bahasa daerah misalnya Jawa dan Sunda. Dalam bahasa Indonesia, penggunaan prefiks ke- tidak ada, namun yang ada cuman prefiks ter-,  (Setyawati, 2010: 63). Jadi kata yang tepat adalah terbentur . Perbaikan: Saat mengendarai sepeda, kepala Gali terbentur dengan tembok. 3. Wajah...