Skip to main content

Jalan Pintas Menuju Kulit Lebih Muda berapapun Usiamu

Sumber by Pinterest


Usia adalah sebuah angka yang menunjukkan berapa sudah kita hidup di dunia. Seiring bertambah usia maka permukaan kulit kian berubah yang disebabkan oleh berapa faktor. Kian lama usia, maka kulit akan berbeda ketimbang usia muda. Adapun, hal tersebut maka cobahlah lakukan hal ini sesuai dengan usiamu. 

1. Usia 20an

Usia 20an seharusnya kulitmu lebih stabil ketimbang ketika masih remaja. Masalah seperti minyak dan noda hitam sudah berkurang meski jerawat pada orang dewas meningkat akibat kadar stres yang tinggi. Bibir ranum tanpa garis-garis sekitarnya dan terdapat sedikit kerutan pada mata. Kulit berfungsi dengan baik tapi membutuhkan perlindungan dari matahari agar tercegah kerusakan sel yang muncul belakangan. Kebiasaan perawatan kulit yabg baik harus dimulai saat ini. 

Lakukan tips berikut ini:

  • Kenakan paling tidak tabir surya dengan SPF 25 tiap hari. 
  • Gunakan krim mata terpisah untuk mulai melindungi area sensitif sekitar mata. 
  • Gunakan pelembap berwarna, krim mata dan pipis serta lip gloss untuk tampilan riasan alamimu.

2. Usia 30an

Usia 30an adalah ketika kulit sudah mulai kehilangan cahaya masa mudanya karna pergantian sel lebih lambat. Rokok, polusi, gaya hidup tidak sehat, dan sinar UV semuanya itu menyebabkan penuaan dini. Penamaparan berlebihan terhadap salah satu diantaranya pada usia 20an mulai menunjukkan garis-garis halur sekitar mata dan mulut. Kolegen dan elastin dalam kulit melemah dan kerutan mulai terbentuk sebagai garis ekspresi. Akibatnya, kulit secara umum mulai tampak suram dibanding sebelumnya dan butuh waktu lama untuk pulih.

Lakukan tips berikut ini:

  • Gunakan tabir surya dengan SPF 25 tiap hari dan pakailah topi agar kulit wajahmu terhindar dari matahari. 
  • Ganti pelembap yang lebih kaya. 
  • Untuk mencerahkan kulit dan menyirkan sel kulit mati, gunakan peoduk mengandung AHA (Alpa -hydroxy acid). 
  • Jangan menggunakan riasan tebal. 

3. Usia 40an

Menginjak usia 40an, tingkat kecepatan pembarian sel-sel kulit akan semakin menurut. Tanda-tahan kelelahan akan tampak jelas dengan urat-urat semakin terlihat pada wajah. Sirkulasi serta sistem pembuang limfa akan melambat yang menyebabkan pembengkalan sekitar mata. Hormon bermain peran besar pada masa menopause dan jatuhnya kadar estrogen dapat membuat kulit kering dan tipis. 

Lakukan tips berikut ini:

  • Gunakan tabir surya dengan SPF 25 tiap hari  agar melindungi kulit dari matahari dan mencegah terjadinya kerusakan sel. 
  • Manjakan diri dengan facial sebulan sekalo agar menjaga kulit dalam kondisi baik. 
  • Gunakan krim yang mengandung Retinol untuk mengelupas dan mengurangi garis-garis halus.
  • Hindari riasan mata dan bibir berwarna gelap yang justru memperjelas garis-garis. Pilihlah warna peach, merah jambu, dan beige serta cobahlah gunakan alas bedak yang dapat memantulkan sinar. 

4. Usia 50an

Jika usia 50an belum juga melindungi kulit maka kerusakan akibat matahari terlihat jelas dalam bentuk kerutan, guratan yang mirip laba-lava, san noda pigmentasi. Pori-pori tidak bertambah besar tetapi kulit sekitarnya telah menebal sehingga pori-pori tampak jelas. Tingkat estrogen menurun akan memperlambatkan produksi sebum dan membuat kulit kering. 

Lakukan tips berikut ini:

  • Tentukan spesialis kulit untuk menentukan kebutuhan kulit.
  • Mengoles pelembap yang kaya mengandung SPF 25 karna perlindungan dari sinar matahari untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
  • Jika mengurangi kerutan, gunakan Botox pastikan konsultasi dengan dokter berpengalaman karna efek sampingnya bisa berupa mata yang menggelambir. 
  • Riasan harus memperkuat secara lembut. Pilihlah alas bedak yang memantulkan sinar dan warna bibir yang pucat. Hindari pemulas mata bubuk karna jenis ini membuat menonjolkan kerutan sekitar mata. 

Beriku ini ada 4 Bahan Ajaib untuk Kulit Tampak Lebih Muda. 

Carilah bahan-bahan berikut ini dalam rangkaian perawatan kulit, karena penelitian menunjukkan bahwa bahan ini dapat membantumu memerangi penuaan. Apabila terjadi iritasi kulit atau perih segera hentikan menggunakan produk tersebut!

Sumber by Pinterest


1. Vitamin A

Vitamin A dapat mengurangi kedalaman kerutan berkat aksi pembengkakannya yang membuat kulit lebih padat serta kerutan terlihat lebih dangkal.  Kamu bisa mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran yang mengandung vitamin A untuk keamanan dan 100 % alami. 

2. Vitamin C

Vitamin ini untuk mencerahkan kulit karena dapat membantu memacu sirkulasi dan meningkatkan produksi kolagen yang dilakukan pada kulit. Kamu dapat mengkonsumsi buahan dan melakukan rangkaian masker alami dengan buah yang mengandung vitamin C. 

3. Alpha Hydroxy Axids (AHA atau Asam Buah)

Zat ini meningkatkan penampilan kulit dengan memepercepat kerontokan pada sel-sel kulit tua dan mati dari permukaan kulit sehingga muncullah kulit yang lebih segar dan tampak lebih muda. 

4. Retinoid

Zat kimia ini yang memacu kulit untuk memproduksi sel-sel baru denga cepat sehingga membuatnya lebih padat dan tebal. Setelah menggunakan 1 atau 2 bulan penggunaannya, kulit akan menjadi lembut dan kerutan halus berkurang. Jika penggunaan 6 bulan maka kondisi nyaris stabil dan kulit terus semakin membaik, jika menghenti menggunakannya maka kulitmu kembali seperti semula. Kekurangan retinoid tidak memiliki efek lada garis-garis yang lebih dalam.


Semoga bermanfaat! 


Comments

Popular posts from this blog

Daftar Isi

  Kecantikan 5 Jenis Kulit Wajah. Kamu termasuk yang mana? Tips Perawatan Kulit yang Baik Cara Menguapi Kulit Wajahmu Obat Alami untuk Perawatan Kulit Wajahmu di Rumah Rutinitas Perawatan Kulit di Pagi Hari Tampil Cantik dalam Hitungan Menit Artikel Cara tepat mengambil keputusan dengan cerdas Kian Emas Membuat Keputusan Individual dan Praktis Kontribusi Mahasiswa Di Area Moderen 8 kata kunci meniti karir yang wajib Anda lakukan Dampak Positif dan Negatif dari Gedget Pemaksaan dan Keyakinan Agama Masih Terjadi di Indonesia Cara Menjadi Orang Kaya dengan Gaji Kecil Islamiah BIOGRAFI IMAM AL GHAZALI Karya Sastra Pria Misterius Qoutes Menyegarkan Tangisan Gadis Puisi di Musim Sejarah Kembang Lara Kesepian Maukah Kau Bermain denganku? Dirimu adalah Aku Teori Kesan dan pesan media pembelajaran Jurnal Study Semiotika Analisis Kesalahan Berbahasa di Lingkungan Sekolah Pembentukan Batuan

Tangisan Pilu dari Sang Derita

Puisi Sakit hati melihat tanah nenek moyang dihancurkan Sesak nafas meratapi nasib kian membara Amarah berkobar-kobar dengan tangisan pilu Rintihan penderitaan tak kunjung reda hingga kapanpun Sampai kapan wahai manusia  laknat membuat penderita ini terus berlangsung? Tak punya hatikah kalian? Tak punya otakkah kalian? Sebahagiakah kalian menyiksa sesamamu? Keserakahanmu akan membuatmu menderita Keegoisanmu akan menimpamu Kesulitanmu akan mendatangimu Karmamu akan kau jemput dikemudian harinya Kalian akan merasakan sebagaimana yang kami rasakan Kematian akan ada bagi yang bernyawa Wahai manusia edan! Siapa yang salah atas penderitaan ini? Keindahan alam semakin hilang  Hutan-hutan dilahap oleh manusia rakus Harta benda dicuri terang-terangan tanpa malu oleh penjajah negari Pilu menyayat hati terluka  Tangisan kian membara Sedangkan, para penjajah berfoya gembira  Dibawah erangan kesengsaraan rakyat Bumi Pertiwi ini Pengusaha tidak dapat percaya Hukum tidak dapat meng...

Analisis Penggunaan Prefiks ke-, Surfiks -ir dan Sufiks-isasi

sumber Pinterest A. Penggunaan Prefiks ke- 1. Aku tak sengaja kebawa pita rambut. Kesalahan kalimat di atas pada kata kebawa . Kesalahan tersebut terjadi karena kekurangan cermatan dalam memilih prefiks yang tepat. Pada umumnya dipengaruhi bahasa daerah misalnya Jawa dan Sunda. Dalam bahasa Indonesia, penggunaan prefiks ke- tidak ada, namun yang ada cuman prefiks ter-,  (Setyawati, 2010: 63). Jadi kata yang tepat adalah terbawa . Perbaikan: Aku tak sengaja terbawa pita rambut. 2. Saat mengendarai sepeda, kepala Gali kebentur dengan tembok. Kesalahan kalimat di atas pada kata kebentur . Kesalahan tersebut terjadi karena kekurangan cermatan dalam memilih prefiks yang tepat. Pada umumnya dipengaruhi bahasa daerah misalnya Jawa dan Sunda. Dalam bahasa Indonesia, penggunaan prefiks ke- tidak ada, namun yang ada cuman prefiks ter-,  (Setyawati, 2010: 63). Jadi kata yang tepat adalah terbentur . Perbaikan: Saat mengendarai sepeda, kepala Gali terbentur dengan tembok. 3. Wajah...