Skip to main content

Kesan dan pesan media pembelajaran


Media pembelajaran adalah alat bantu dalam proses belajar mengajar, dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau keterampilan dalam proses penerimaan untuk mendorong terjadinya pembelajaran. Dalam melakukan proses pembelajaran maka seorang guru di sarankan untuk menggunakan alat bantu proses mengajarnya sehingga anak didik mampu menangkap apa yang diperhatikan. Dan merangsang apa pembelajaran dengan cepat dan baik.

Dalam uraian di atas maka kesan saya sebagai seorang mahasiswa yang belajar mata kuliah media pembelajaran adalah sebagai berikut:

1. Saya mendapatkan ilmu yang berguna, sebelumnya saya kurang bisa menggunakan media. Namun, ketika ada mk media pembelajaran, perlahan-lahan saya mulai belajar dengan mengotak-katik laptop saya sesuai dengan apa yang di ajarkan dan Alhamdulillah saya bisa mengusai laptop saya. 

2. Selain itu pula. Saya menyukai dosen pembimbing saya yang mengajar mk ini apalagi dosennya itu loh fresh banget dan tidak membosankan.

3. Saya menyukai teman-teman saya semua. Saya bangga mempunyai teman-teman sepejuang yang sama-sama meraih keberhasilan. Semoga ilmu yang diberikan berkah. 

Itulah kesan saya dalam belajar mk pembelajaran. Adapun pesan yang saya adalah, "Teknologi bisa membodohi dunia, namun bagi orang berpakal berpikirlah sebelum menggunakan teknologi. Jangan sampai teknologi mengusai jiwamu. Berhati-hatilah dalam menggunakan terknologi, gunakan seperlunya dengan niat dan tujuan yang baik, hanya untuk berjihad di jalan Allah."

Good like 😘
Semoga bermanfaat 🤗

Comments

Popular posts from this blog

Daftar Isi

  Kecantikan 5 Jenis Kulit Wajah. Kamu termasuk yang mana? Tips Perawatan Kulit yang Baik Cara Menguapi Kulit Wajahmu Obat Alami untuk Perawatan Kulit Wajahmu di Rumah Rutinitas Perawatan Kulit di Pagi Hari Tampil Cantik dalam Hitungan Menit Artikel Cara tepat mengambil keputusan dengan cerdas Kian Emas Membuat Keputusan Individual dan Praktis Kontribusi Mahasiswa Di Area Moderen 8 kata kunci meniti karir yang wajib Anda lakukan Dampak Positif dan Negatif dari Gedget Pemaksaan dan Keyakinan Agama Masih Terjadi di Indonesia Cara Menjadi Orang Kaya dengan Gaji Kecil Islamiah BIOGRAFI IMAM AL GHAZALI Karya Sastra Pria Misterius Qoutes Menyegarkan Tangisan Gadis Puisi di Musim Sejarah Kembang Lara Kesepian Maukah Kau Bermain denganku? Dirimu adalah Aku Teori Kesan dan pesan media pembelajaran Jurnal Study Semiotika Analisis Kesalahan Berbahasa di Lingkungan Sekolah Pembentukan Batuan

Tangisan Pilu dari Sang Derita

Puisi Sakit hati melihat tanah nenek moyang dihancurkan Sesak nafas meratapi nasib kian membara Amarah berkobar-kobar dengan tangisan pilu Rintihan penderitaan tak kunjung reda hingga kapanpun Sampai kapan wahai manusia  laknat membuat penderita ini terus berlangsung? Tak punya hatikah kalian? Tak punya otakkah kalian? Sebahagiakah kalian menyiksa sesamamu? Keserakahanmu akan membuatmu menderita Keegoisanmu akan menimpamu Kesulitanmu akan mendatangimu Karmamu akan kau jemput dikemudian harinya Kalian akan merasakan sebagaimana yang kami rasakan Kematian akan ada bagi yang bernyawa Wahai manusia edan! Siapa yang salah atas penderitaan ini? Keindahan alam semakin hilang  Hutan-hutan dilahap oleh manusia rakus Harta benda dicuri terang-terangan tanpa malu oleh penjajah negari Pilu menyayat hati terluka  Tangisan kian membara Sedangkan, para penjajah berfoya gembira  Dibawah erangan kesengsaraan rakyat Bumi Pertiwi ini Pengusaha tidak dapat percaya Hukum tidak dapat meng...

Analisis Penggunaan Prefiks ke-, Surfiks -ir dan Sufiks-isasi

sumber Pinterest A. Penggunaan Prefiks ke- 1. Aku tak sengaja kebawa pita rambut. Kesalahan kalimat di atas pada kata kebawa . Kesalahan tersebut terjadi karena kekurangan cermatan dalam memilih prefiks yang tepat. Pada umumnya dipengaruhi bahasa daerah misalnya Jawa dan Sunda. Dalam bahasa Indonesia, penggunaan prefiks ke- tidak ada, namun yang ada cuman prefiks ter-,  (Setyawati, 2010: 63). Jadi kata yang tepat adalah terbawa . Perbaikan: Aku tak sengaja terbawa pita rambut. 2. Saat mengendarai sepeda, kepala Gali kebentur dengan tembok. Kesalahan kalimat di atas pada kata kebentur . Kesalahan tersebut terjadi karena kekurangan cermatan dalam memilih prefiks yang tepat. Pada umumnya dipengaruhi bahasa daerah misalnya Jawa dan Sunda. Dalam bahasa Indonesia, penggunaan prefiks ke- tidak ada, namun yang ada cuman prefiks ter-,  (Setyawati, 2010: 63). Jadi kata yang tepat adalah terbentur . Perbaikan: Saat mengendarai sepeda, kepala Gali terbentur dengan tembok. 3. Wajah...