Kurangkai puitis di musim sejarah
Hari guram menari riang menaburkan luka
Cairan merah berenang-renang di atas adimarga
Hawa nafsu mengguyur rakus memakan mahkota raja
Pikiran-pikiran kusut membuta gandakan akan takhta
Kelakuan muncul dari jelmaan setan edan
Sikap pongah mengguyur linang dari si pemilik kelam
Sang kebenaran dipropaganda oleh penyihir gelap
Fakta adalah penyakit hidup
Kematian adalah kebahagiaan
Wahai dunia fana!
Ke mana kau membawa keadilan ini?
Apa kau membawanya ke dalam selimut tetanggamu?
Sihir manakah yang telah merasuki ragamu?
Sampai kau jadikan buana ini mainanmu
Perlahan, sepi beralih sengit
Gerangan pistol bersorak riang di atas mimbar
Nyamuk beratus-ratus siaga melayani sang singa mengamuk
Cambuk berderai merobek-robek daging segar
Terukir bau anyir darah menengadah ke udara
Mantra-mantra menjedot para musuh ke dalam prahara
Hukum menjerat rakyat
Pedoman hidup membabi buta bangsa
Ketetapan berada pada ujung tanduk
Keadilan menipu si negeri malang
Angin siang malam menggemuruh gempita
Bumi terbelah berlipat-lipat
Atmosfer menusuk ke relung ibu pertiwi
Realita menghunjam ekspektasi
Mengikiskan pahit kelam dari sang pejuang.
Aceh Utara, 23 Mei 2019

Comments
Post a Comment